Image


Situs Resmi
KELURAHAN SAMOFA

Image

Kepala Kelurahan
Yanto Toding Allo, S.STP

Ikuti Aturan Pemerintah, Taati Protokol Kesehatan !!! Pakai Masker, Jaga Jarak, Cuci Tangan !!!

Sejarah KELURAHAN SAMOFA


 

                 Kelurahan Samofa merupakan salah satu kelurahan dari 14 Kampung/Kelurahan yang berada didalam wilayah pemerintahan distrik Samofa, yang berada di pertengahan ibukota pemerintahan dan sekaligus juga berada tepat pada pusat pemerintahan kabupaten. Dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi masyarakat yang semakin hari semakin berkembang pesat  sekaligus dalam upaya membantu pemerintah tingkat atas, dimana kelurahan Samofa yang awal berdirinya sekitar tahun 1980 -an ke atas, dimana pada saat berdirinya kelurahan Samofa belum memiliki kantor tetap.

                 Dengan semakin banyak dan berkembangnya penduduk, tentunya membutuhkan pelayanan yang efektif dan dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal dan juga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses yang dekat dengan kantor kelurahan, maka sekitar tahun 1995 dilakukanlah kerjasama atau perjanjian bersama antara pihak TNI-AU dan Pemerintah Daerah  untuk memanfaatkan sebagian lokasi tanah untuk dibangun kantor kelurahan.

                 Dengan adanya perjanjian kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak TNI-AU, maka disepakati dan dibangunlah kantor kelurahan Samofa yang lokasinya  tidak berubah sampai saat ini,  dimana lokasi yang ada sangat strategis dan berada di pinggir jalan utama dan berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat  dan mudah dijangkau oleh warga masyarakat yang berada dalam wilayah pemerintahan kelurahan Samofa .

                 Kelurahan Samofa sejak berdirinya sampai sekarang ini telah mengalami pergantian pemimpin atau kepala kelurahan sebanyak  11 kali dan sejak awal berdirinya sampai saat ini telah mengalami banyak perkembangan terutama dari sisi pertambahan penduduk yang terus mengalami peningkatan dan sisi pelayanan juga mengalami peningkatan, sedangkan lahan permukiman maupun pertanian dan perkebunan semakin sempit bahkan tidak ada.

                 Kondisi ini mengakibatkan perubahan pola mata pencaharian masyakat dimana yang tadinya berkebun atau bertani, mulai meninggalkan pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan lain, seperti buruh kasar maupun bangunan, pedagang, ojek, dll.

                 Sejak berdirinya sampai dengan tahun 2019-2020, kelurahan Samofa telah mengalami pergantian kepemimpinan sebanyak 13 (tiga belas) kali, antara lain :

                 1.     Periode 1985 – 1990             Alm. Marsudi

                 2.     Periode 1990  - 1992             Alm. Theodorus Wandosa

                 3.     Periode 1992  - 1995             Melkianus Randongkir,S.Sos

                 4.     Periode 1995 – 1997             Alm. Nicodemus Loho

                 5.     Periode 1997 – 2000             Alm. Efraim Mansnembra

                 6.     Periode 2000 – 2005             Alm.Nicodemus Loho

                 7.     Periode 2007 – 2008             Mahmudin, S.STP

                 8.     Periode 2008 -  2010             Alm.Pera Jaya Wati Wanda,S.IP,M.Si

                 9.     Periode 2010 – 2013             Drs. Jeheskiel Randongkir

                 10.   Periode 2013 – 2016             Dra. Yusni Christina, M.Si      

                 11.   Periode 2016 - 2019              Adam Umar, S.IP

                 12.   Periode 2019 - 2020             Revelino David Randongkir, S.IP

                 13.   Periode 2020 - Sekarang      Yanto Toding Allo, S.STP

Selain pergantian kepemimpinan, kantor kelurahan Samofa, juga telah mengalami perubahan tempat pelayanan sebanyak 4 (empat) kali, yaitu :

  1. Saat masa kepemimpinan Alm.Marsudi, tempat atau kantor kelurahan Samofa berada di lokasi belakang LAPAS dekat pagar Brimob;
  2. Ketika terjadinya pergantian kepemimpinan kepada Alm.bpk. Wandosa, kantor kelurahan yang tadinya di belakang LAPAS, dijual kemudian Alm.bpk.Wandosa menggunakan rumah tempat tinggalnya sebagai kantor kelurahan Samofa;
  3. Pemanfaatan salah 1 ruang pada kantor kecamatan Biak Kota oleh kepala kelurahaan Samofa yang saat itu dijabat oleh Melkianus Randongkir, sekitar tahun 1995.
  4. Tahun 1995 dengan adanya perjanjian kerjasama antara pemerintah daerah dan TNI-AU, maka dibangunlah kantor kelurahan Samofa, dan pada tahun 2016 telah di bangun kantor Lurah Samofa kemudian pada tahun 2017 telah tempat pada tanggal 19 November 2017 kantor Lurah Samofa di pakai sampai saat ini, kurang  lebih  11 Bulan

B.  Personil  atau Aparat Kelurahan

 

                 Dengan keberadaan kantor yang kurang lebih sudah ada dan berdiri kurang lebih 19 tahun, tentunya perlu didukung dengan personil atau aparat kelurahan.  Personil atau aparat kelurahan Samofa terdiri dari 15 orang PNS dan 4 orang tenaga honorer dengan komposisi sebagai berikut :

 

No

Nama/NIP/Pangkat

Jabatan

Golongan

Ket.

 

1.

2.

3

4.

5

6.

7.

8..

9..

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18

19

 

Adam Umar, S.IP

Tonni Eferet Wader, S.AN

Prita, SSTP

Greski Yunita

Andre Kbarek

Sri Mulyani

Yesi Kamudi

Yuliana Tiblola

Acek fatmawati

Syane Maria Kafiar

Laurensina Rumaropen

Alimuddin

Lusi Ronsumbre

Kartini Bonai

Vreadi Marandof

Daud Krey

Fadila B. Syamsi

Rita Radja

Nelly Yarangga

 

Lurah

Pemerintahan & Trantib

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Honorer

Honorer

Honorer

Honorer

 

 

Penata (III/c)

Penata Muda Tk. I (III/b)

Penata (III/c)

Pengatur Muda Tk. I(II/b)

Penata Muda TK. I (III/b)

Pengatur Muda TK.I (II/b)

Pengatur Muda (II/a)

Pengatur Muda (II/a)

Pengatur Muda (II/a)

Pengatur Muda (II/a)

Pengatur Muda (II/a)

Pengatur Muda (II/a)

Pengatur Muda (II/a)

I/c

I/c

 

 

     

C.  Personil  RW dan RT

                 Dalam mendukung kerja pemerintahan Kelurahan, peran RW dan RT sangatlah penting, dalam rangka menindaklanjuti berbagai kebijakan yang diturunkan baik dari pemerintah kelurahan maupun pemerintah tingkat atas.

                 Keberadaan RW dan RT juga sangatlah penting dalam rangka menerima sekaligus juga menginformasikan berbagai program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat tetapi sekaligus juga menyampaikan berbagai keluhan dan keadaan masyarakat yang ada dalam wilayah kerja RW maupun RT.

                 Jumla keseluruhan RW dan RT yang berada di wilayah kelurahan Samofa terdiri dari 7 (tujuh) RW dan 19 RT, sebagai berikut :

 

 

1.   Daerah Angkasa : RW.I

      1.   Ketua RW                   :    Gusmao

      2.   Ketua  RT.01              :   Armando Dasilva

      3.   Ketua RT.02               :   Yosep Sroyer

     

 

2.   Daerah Hanggar : RW.II

      Ketua RW.

      1.   Ketua RT.01               :     Sunoto

      2.   Ketua RT.02               :     Setia Budi

     

 

 

 

3.   Daerah Brimob, RW.III

      Ketua RW, Benny Worengga

      1.   Ketua RT.01               :     Frans Bonggoibo

      2.   Ketua RT.02               :     Frans Bonggoibo

      3.   Ketua RT.03               :     Bilal Ali

 

4.   Daerah Samofa Dalam, RW.IV

      Ketua RW, Frans Adadikam

      1.   Ketua RT.01               :     Adrianus Rumansara

      2.   Ketua RT.02               :     Decky Rumakito

      3.   Ketua RT.03               :     Otto dasem

      4.   Ketua RT.04               :     Efraim Menufandu, S.Th

 

5.   Daerah Yuka /TKBM dan Pelayaran,Peternakan,Jalan Baru, RW.V

      Ketua RW                         :     Desman Makatita

      1.   Ketua RT.01               :     Yulianus Maryen

      2.   Ketua RT.02               :     Eddy Meisiri

 

6.   Daerah Perumahan Pemda, Samofa, RW.VI

      Ketua RW                         :     Simon Mamoribo

      1.   Ketua RT.01               :     M.P.Rumsowek

      2.   Ketua RT.02               :     Arklius Simbiak

 

7.   Daerah Kampung Baru, RW.VII

      Ketua RW.Andi Rifai, terdiri dari 3 RT,

      1.   Ketua RT.01               :     Sonya Watimury

      2.   Ketua RT.02               :     Tempur, S.Sos

      3.   Ketua RT.03               :     Elis Subiakti

           

D.  Kondisi Geografis

                

                 Kondisi geografis kelurahan Samofa secara umum tidaklah jauh berbeda dengan kondisi yang ada di kabuupaten Biak Numfor, dimana memiliki musim panas yang sangat tinggi, mengingat sebagain besar wilayah kabupaten Biak Numfor adalah wilayah karang yang berada di atas laut.

                 Letak geografis kelurahan Samofa terletak pada 01,17710 Lintang Selatan dan 136..09445 Bujur Timur. Luas wilayah kelurahan Samofa adalah 33,3 Km2, Ratio jumlah penduduk terhadap luas wilayah adalah 3,21 %, sedang kepadatan penduduk per Km2  = 2.366,37 per Km2, dan sebagian besar wilayahnya dikuasai oleh TNI-AU, sedangkan sebagian merupakan wilayah hunian masyarakat, perkantoran maupun pendidikan.

 

                 Karena kelurahan Samofa berada di tengah-tengah pusat kota dan pusat pemerintahan, dimana kelurahan Samofa berbatasan  dengan beberapa kelurahan kampung, antara lain :

                 Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Brambaken dan Kampung Yafdas

Sebela Selatan berbatasan dengan Kelurahan Fandoi, Burokub dan Kelurahan Saramom

                 Sebelah Barat berbatasan dengan Kampung Sorido

                 Sebelah Timur berbatasan dengan kampung Sumberker dan Kelurahan Karang Mulia.

 

E.  Kondisi Sosial Ekonomi

                 Kondisi sosial ekonomi masyarakat kelurahan Samofa beragam, mulai dari buruh kasar sampai dengan kelas ekonomi mapan.  Keberadaan masyarakat kelurahan Samofa memiliki beberapa  kategori yang dilihat dari mata pencaharian  seperti : Pedagang, Buruh, PNS, TNI-POLRI, Swasta/Wiraswasta, penjual jasa, Tukang ojek, Supir bahkan yang tidak memiliki mata pencaharian atau pengangguran.

                 Mengingat sebagian besar wilayah kelurahan Samofa dikuasai oleh TNI-AU berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, dimana pada beberapa lokasi atau areal jalan-jalan utama yaitu sepanjang jalan Condronegoro dan jalan Sisingamangaraja, sebagaian besar dimanfaatkan sebagai areal pusat perekonomian seperti : usaha kuliner, toko pakaian, meubel, bengkel, rental mobil/taxi, dll.

                 Hal ini terlihat dari banyaknya tempat-tempat usaha yang berjejeran disepanjang jalan Condronegoro dan jalan Sisingamangaraja.

                 Dalam meningkatkan dan mendukung pemerintah kelurahan dalam melaksanakan tugas pelayanan terutama untuk meningkatkan keaktifan masyarakat,  maka telah dibentuk beberapa organisasi di kelurahan, seperti :

 

1.   Dewan Adat Kelurahan, yang diketuai oleh Bpk.Melkianus Randongkir

2.   Karang Taruna, dengan SK.No.240/718, tanggal 12 Pebruari 2011, Ketua :              Bpk.M.P.Rumsowek

3.   Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat, Ketua : Benny Worengga

4.   PKK Kelurahan Samofa, Ketua : Ibu Santi Umar

 

F.   Kondisi Kependudukan dan Pemukiman Masyarakat

                

                 Sebagian besar wilayah kelurahan Samofa dikuasai oleh TNI-AU dan sebagian lagi merupakan wilayah pemukiman dan perkantoran. 

Untuk daerah pemukinan dapat dibagi atas beberapa wilayah, antara lain :

  • Daerah Kampung Baru, merupakan daerah atau wilayah yang sebagian besar penduduknya adalah penduduk non Papua yaitu Sulawesi Selatan, sekitar 90%  dimana mata pencaharian penduduk atau warga masyarakat adalah pedagang ;
  • Daerah Perumaham Pemda Samofa merupakan daerah atau wilayah yang penduduknya merupakan penduduk campuran, etnis Papua dan Non Papua, dan sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah PNS ;
  • Daerah Kompleks perumahan TKBM atau Yuka dan daerah pelayaran, sebagian besar penduduknya adalah warga Papua (90%), dan mata pencaharian penduduknya sebagai buruh TKBM dan pedagang (berjualan pinang) ;
  • Daerah Jalan Baru Samofa sampai ke arah Koramil, merupakan daerah atau wilayah dimana penduduknya adalah penduduk campuran atau heterogen, dan mata pencaharian penduduk atau warga masyarakat  beragam pula, seperti : PNS, pedagang, Penjual Pinang.
  • Daerah Samofa Dalam, mulai dari Gereja IAS, Jl.Temini sampai ke arah belakang Kompleks Perum Brimob dan LAPAS, penduduknya adalah penduduk campuran yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah PNS dan TNI-POLRI
  • Daerah sekitaran jalan utama Condronegoro, khususnya yang berada di bahu jalan yang dikuasai oleh TNI, daerah ini pada umumnya merupakan daerah yang bukan penduduk permanent atau menetap dimana  penduduk di daerah sepanjang jalan utama yaitu Condronegoro dan Sisingamangaraja adalah penduduk atau warga kelurahan atau kampung lain yang menyewa daerah tersebut untuk membuka usaha Kios, Toko, Rumah Makan, Bengkel, pencucian mobil, dll dan pada umumnya  warga masyarakat yang bermukim di daerah tersebut sebagian besar warga pendatang atau non Papua ;
  • Wilayah atau daerah Angkasa, sebagian besar penduduknya adalah campuran, karena daerah ini merupakan kompleks Perumahan TNI-AU, dan sebagian besar mata pencaharian warganya adalah anggota TNI.

 

G. Dewan Adat

 

SUSUNAN DEWAN ADAT KELURAHAN SAMOFA

No Nama

Tempat & Tanggal Lahir 

Alamat Pekerjaan Ket.

1.

 

2.

3.

MELKIANUS RANDONGKIR,S.AN

ADAM MARANDOF

EDDY MEISIRI

Biak, 13-05-1957

Biak, 23-03-1962

Waropen, 02-05-1947

JL.SRIWIJAYA ,RIDGE I

Komplek  Brimob

KOMP.TKBM,SAMOFA

Pensiunan PNS

Pensiunan Polri

buruh

 

 

 

 

            Komposisi Dewan Adat Kelurahan telah dianggap mewakili keberadaan masyarakat  , sekaligus dalam kedudukannya mampu dan sanggup memahami kondisi dan keadaan masyarakat, mengingat dewan adat kelurahan adalah warga masyarakat yang sudah lama berdomisili di wilayah kelurahan Samofa.

            Keberadaan Dewan Adat, selain melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai Dewan Adat Kelurahan Samofa, sekaligus juga berada dalam komposisi Dewan Adat Bar Sorido KBS yang ruang lingkupnya lebih luas, sehingga benar-benar telah berpengalaman dalam menyelesaikan masalah adat yang terjadi di tengah - tengah masyarakat.

            Untuk penyelesaian kasus tidak terbatas hanya pada kasus tertentu saja seperti perceraian, penghinaan, tetapi juga menangani semua kasus yang membutuhkan penyelesaian secara adat. (Tanah, perkelahian, pemukulan, penghinaan, dll). 

Secara struktural organisasi memang terlihat bahwa keberadaan Dewan adat ini personil atau orangnya hanya sedikit yaitu 3 (tiga) orang, namun sepanjang penanganan dan penyelesaian masalah yang terjadi ditengah masyarakat yang sebelum naik pada tingkatan formal yaitu kepolisian, ternyata bahwa mampu atau dapat diseesaikan secara baik pada tingkat kelurahan melalui Dewan adat dan dapat diterima secara baik pula oleh masyarakat, terutama mereka yang bermasalah.

            Mengacu pada hirarki organisasi Dewan Adat yang ada, secara keseluruhan komposisi struktural organisasi dewan adat kelurahan hanya terdiri dari  1 (satu) orang ketua dan 2 (dua) orang Wakil Ketua, dan komposisi ini tidak mengurangi nilai maupun kinerja yang ada, karena keberadaan ketiganya sudah dianggap mampu dan memiliki kapasitas dalam menyelesaikan masalah, tetapi juga keberadaan ketiganya diterima secara baik oleh masyarakat, dengan kata lain bahwa secara kuantitas jumlahnya sedikit atau kurang tetapi secara kualitas sangatlah baik.

                                                  

Jumlah Masalah Yang Diselesaikan

No

Masalah

Tahun

Jumlah

Keterangan

1.

Kasus  Perselingkuhan

2017-2018

3 kasus

Terselesaikan

 

 

 

       
 

STRUKTUR DEWAN ADAT KELURAHAN SAMOFA

 

 

 
   

PEMBINA

KEPALA KELURAHAN

(ADAM UMAR, S.IP)

 

 

 

 

 

 

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

K E T U A

 

MELKIANUS RANDONGKIR, S.Sos

 

WAKIL   K E TUA  II

EDDY MEISIRI

 

 

WAKIL   K E TUA  I

BENNY WORENGGA

 

 


 

       
 
 
   

MASYARAKAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                = Garis Koordinasi

 

 

 

 

H. Program Rencana Strategis Pembangunan Kampung (PROSPPEK)

                

                 Prospek yang sebelumnya disebut Respek merupakan program pemerintah yang pelaksanaannya sudah berjalan kurang lebih  8 (delapan) tahun, dan melalui program Respek ini telah menghasilkan banyak kegiatan yang berdampak langsung dengan kehidupan dan kondisi nyata masyarakat di kabupaten  Biak Numfor dan secara khusus masyarakat di kelurahan Samofa.

                 Beberapa kegiatan nyata yang telah dan sudah dirasakan oleh masyarakat khususnya pemerima manfaat antara lain; pengadaan tanki viber (bak penampung air), penyambungan lampu listrik, pemasangan pipanisasi air PDAM, bantuan biaya anak sekolah dari SD sampai SMU, pemberian honor bagi guru bantu di beberapa sekolah, dan kegiatan yang terakhir yaitu pembangunan 3 unit rumah.

                 Program respek mengalami perubahan nama  diakir tahun 2014, dimana nama program Respek berubah menjadi prospek. Walaupun telah berganti nama dari Respek menjadi Prospek, namun dalam pelaksanaan di lapangan segala tahapan kegiatannya tidak mengalami perubahan.

                 TPKK kelurahan Samofa pada bulan Desember 2014 melaksanakan musyawarah dan telah memutuskan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu sebanyak 5 kegiatan antara lain :   1. Peningkatan kapasitas pemuda berupa pelatihan komputer

                 2. Bantuan biaya pendidikan anak sekolah

                 3. Kegiatan masak dan menjahit bagi ibu-ibu PKK kelurahan

                 4. Penyambungan listrik

                 5. Pipanisasi PDAM, dan

                 6. Pembayaran honor kader posyandu.

                

                 Ke-6 (enam) kegiatan yang telah diputuskan bersama ini belum dapat dilaksanakan karena sampai saat ini keberadaan Tim Respek kabupaten telah berakhir masa tugasnya dan sedang menunggu keputusan yang baru, disamping itu masih menunggu penyesuaian dengan kementrian mana yang menangani masalah Prospek.

 

 

Struktur Kepengurusan Prospek Kelurahan Samofa Tahun 2014-2015

 

 

PEMBINA

KEPALA KELURAHAN

Dra. YUSNI CHRISTINA, M.Si

KETUA

PAT BONE KORWA

SEKRETARIS

ISMAEL ADADIKAM

BENDAHARA

JULIANA USIOR

P.K.LAKI-LAKI

EFERT ASYEREM

P.K.PEREMPUAN

RITHA FUN

TIM VERIFIKASI-L

FESTUS RUMBINO

TIM VERIFIKASI-2

MAX MAMORIBO

TPU – 1

MELKIANUS RUMABAR

WAKIL MSYRKT.

ZETH MANSNANDIFU

 

       
 
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I.  POSYANDU

 

                 Posyandu merupakan salah satu kegiatan yang  dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran  masyarakat untuk memperhatikan tumbuh kembang anak sekaligus menyediakan generasi muda bangsa yang sehat melalui pemeriksaan ibu hamil secara rutin tiap bulannya.

                 Untuk wilayah kelurahan Samofa terdapat 7 (tujuh) posyandu, sebagai berikut :

  1. Posyandu  Andhika Kampung Baru
  2. Posyandu Kartini Pemda
  3. Posyandu Murah Kasih Yuka/TKBM
  4. Posyandu Cahaya
  5. Posyandu Mambrauk Samofa Dalam
  6. Posyandu Cahaya
  7. Posyandu Cendrawasig Angkasa

Kegiatan posyandu dilaksanakan satu bulan sekali.

 

Jumlah kader posyandu sebanyak  35 (tiga puluh lima) orang, sebagai berikut :

 

Kader Posyandu di Kelurahan Samofa

 

 

No

 

Posyandu

 

Nama  Kader

 

Keterangan

 

1.

Andhika Kampung Baru

1. Ibu Rosdiati

2. Ibu Sonya

3. Ibu Nuraini

4. Ibu Dahlia

5. Ibu Hartati

 

2.

Murah Kasih,Yuka/TKBM

1. Ibu Frida Mofu

2. Ibu Rosita Dei

3. Ibu Fince

4. Ibu Maria Ramandey

5. Ibu Susana Gabijini

 

3.

Kartini Pemda

1. Ibu Eta Rumera

2. Ibu Tirsa Rumbiak

3. Ibu  Marina Suabey

4. Ibu Merlin Sroyer

5. Ibu Maria Rumere

 

4.

Cahaya

1. Ibu Sofia Manaf

2. Ibu S.B.Saununu

3. Ibu Tely Talik

4. Ibu Fransina

5. Ibu Sarce Marin

 

5.

Mambruk, Samofa Dalam

1. Ibu Aning

2. Ibu Yuni

3. Ibu Rolinda

4. Ibu Minggas

5. Ibu Feronika Msiren

 

6.

Matoa,Brimob

1. Ibu Dahlan

2. Ibu Sugianto

3. Ibu Malik

4. Ibu Worengga

5. Ibu Suparman

 

7.

Cendrawasih,Angkasa

1. Ibu Sapto Prabowo

2. Ibu Kusno

3. Ibu Supriyadi

4. Ibu Thomas Joko

5. Ibu Imam

 

 

 

 

 

 

J.   Kendala dan Hambatan

 

                 Mengingat kondisi wilayah kelurahan Samofa yang wilayahnya sangat luas, tentunya berdampak pula terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, baik dari pemerintah tingkat atas dan secara khusus pemerintah kelurahan.  Beberapa kendala atau hambatan yang dtemui dalam pelaksanaaan pelayanan administrasi kependudukan dan pelayanan masyarakat antara lain :

  1. Keterlibatan masyarakat masih sangat kurang;
  2. Terdapatnya banyak warga masyarakat yang sudah kawin, namun belum memiliki data administrasi atau surat-surat nikah yang resmi dan sah;
  3. Pemerintah Kelurahan belum dapat melaksanakan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat secara maksimal, mengingat selama ini tidak tersedanya dana pendukung bagi kelurahan;
  4. Keterbatasan  sarana pendukung dalam bekerja, seperti : kendaraan Dinas, Komputer;

 

                

K.  Kondisi Lingkungan Yang Perlu Mendapatkan Perhatian :

                

                 Terdapatnya beberapa kompleks pemukiman yang kondisi masyarakat dan lingkungan yang perlu mendapat perhatian antara lain :

                 1.   Jalan lingkungan pada wilayah RT.03 dan RT.04/RW/IV sepanjang ± 500 M, kondisinya tergenang air dan tidak dapat dilewati apaila musim penghujan dan perlu mendapat perbaikan;

                 2.   Bererapa perumahan masyarakat yang perlu dilakukan perbaikan/rehab, mengingat kondisi rumah yang ada saat ini, dapat dikatakan tidak layak di huni, antara lain : di RT.02/RW.IV = 5 rumah, RT.03/RW.IV = 5 Rumah, RT. 01/RW.VI = 3 Rumah, RT.02/RW.VI = 5 rumah; sekaligus juga pemberian sarana penampung  air bersih berupa : bak permanent, ataupun tanki fiber.

                 3.   Masih adanya warga masyarakat atau keluarga yang belum memiliki rumah layak huni.

                 4.   Keperluan akan sarana air bersih berupa bak penampung air permanent atau cor, maupun tanki  viber dirasakan masi sangat diperlukan oleh warga masyarakat.

                 5.   Kelengkapan administrasi kependudukan seperti KTP, Akte Kelahiran maupun Kartu Keluarga, dimana masih banyak warga masyarakat yang belum memiliki kelengkapan dokumen administrasi tersebut.

       

       

 

      Biak,                      

 

Plt. Kepala Kelurahan Samofa

 

 

Yanto Toding Allo, S.STP

NIP. 19910210 201507 1 001